--> Contoh Undangan Lisan Berbahasa Jawa yang Baik, Pengganti Surat Undangan Resmi
Home Artikel

Kadang kita di rumah di minta tolong oleh tetangga yang memiliki hajatan seperti misalnya acara tahlilan dan selamatan untuk mengundang para tetangga.

pixbay.com

Pernahkah kalian di minta tolong seperti itu?

Mungkin ada sebagian kalian yang sudah pernah. Ada yang mengundang dengan cara memberikan surat undangan ada pula yang mengundang secara lisan.

Di jawa khususnya di pedesaan masih sangat kental penggunaan bahasa jawa secara krama inggil, baik itu digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita, atau digunakan saat bertamu.
Sangat tidak elok bagi kalian yang tinggal di perdesaan, karena suatu sebab kemudian kalian bertamu untuk mengundang tetangga kalian dengan menggunakan bahasa indonesia.

Walau bahasa Indonesai adalah bahasa Nasional, tapi bila bahasa itu di gunakan di pedesaan maka itu tidak cocok.

Maka dari itu berbahasa jawa itu juga penting. Karena dengan berbahasa jawa yang baik kita telah melestarikan bahasa nenek moyang, dan itu sangat baik.

Undangan merupakan informasi yang isinya adalah menyampaikan pesan kepada seseorang supaya mereka datang di suatu acara yang dibuat.

Kadang-kala dengan hanya mementingkan, “Pokok dia tahu kalau hari, jam, tempat segini dia di undang di acara tersebut”, kita mengindahkan bahasa yang baik saat mengundang.

Akibat kita tidak tau cara mengundang yang baik itu, jadi asal-asalan saat berucap. Seperti misalnya “pak nanti ada udangan tahlilan, di rumah itu setelah magrib”, “Pak mangke sore ba’da isya’ wonten acara tahlilan di griyanipun bapak A, Njenengan di undang”. 

Yang penting si orang di udang tahu, kita jadi sukur ucap seperti contoh di atas.

Nah, yang baik gimana cara mengundang seseorang secara lisan apabila tidak ada surat udangan.

Pertama

Ketuk pintu, kemudian ucapkan salam

“Asslamualikum wr wb.”

Kedua

Bila sang tuan rumah datang, dan mempersilahkan kalian untuk duduk. Kemudian kalian ucapkan kata-kata yang biasa di ucapkan orang jawa saat bertamu yang ada maksudnya.

“Sepindah kulo teng mriki ngaturake silaturrahim”

“kaping kalih ipun kulo ngaturake kelepatan dumateng keluarga bapak A (yang punya hajatan)”

Kemudian setelah itu lanjut ke maksud inti dari saat mengundang.

Ketiga

Ucapkan inti dari maksud tujuan datang untuk mengundang

“Kaping tigonipun, mangke ba’da magrib/ isya, Panjenengan dipun aturi rawuh teng griyanipun Bapak A supados maos kalimat Tahlil (Atau acara lainnya)”

Keempat

Setelah itu kalian boleh pergi meninggalkan tempat tersebut.

Catatan:

Di atas tadi merupakan contoh udangan lisan secara baik pada umumnya, alangkah baiknya bila kalian mengundang seseorang juga memperhatikan adab bertamu yang baik juga.

Sekian dari saya Cak Mustop, semoga artikel ini bermanfaat


Baca juga :

No comments

Post a Comment

to Top