--> Cara Mengubur Batur (Ari-ari) Bayi dan Bahan-Bahan yang menemani Batur Menurut Adat Jawa
Home Tips Berbagi

Bagi yang baru jadi bapak, pasti tidak familar lagi dengan kata-kata ari-ari/batur. Apalagi Orang Jawa yang kaya budaya.

Hari ini, mungkin tidak banyak dari kita yang tau apa saja yang harus disiapkan saat anak kita baru lahir. Kalau tidak ada orang tua yang mengingatkan, tradisi menyambut bayi lahir mungkin tidak dilakukan lagi, sehingga lambat laun akan terlupakan.

Sebab itu Cak Mustop ingin berbagi pengalaman, apa saja yang harus disiapkan sebelum dan sesudah melahirkan dan bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam meruwat ari-ari bayi.

Menyiapkan Kondisi Mental Dengan Mendekatkan diri Kepada Allah.

Melihat istri yang hamil tua itu rasanya bikin deg deg an. Pasalnya proses melahirkan itu taruhannya nyawa, nyawa bagi si ibu dan anak. Apalagi ketika istri hamil tua, kondisinya semakin lemah, badan pegal pegal, susah tidur, kita sebagai bapak harus ekstra ikut membantu istri mengurus pekerjaan rumah.

Mendekatkan diri kepada Allah, dan rajin-rajin beribadah adalah salah satu cara ikhtiar kita sebagai bapak. Supaya Allah memberikan kemudahan pada saat proses melahirkan.

Mempersiapkan Peralatan Persiapan Melahirkan.

Ada beberapa peralatan yang  lebih baik kita siapkan lebih dahulu sebelu melahirkan. Hal ini penting, karena apabila peralatan persiapan melahirkan tidak lengkap bisa menyebabkan pengeluaran menjedi lebih besar dan memperlama proses melahirkan.

Peralatan tersebut diantaranya :

  1. Menyiapkan foto copy KTP KK dan Kartu Kesehatan seperti BPJS atau KIS. Foto copy paling sedikit 5 lembar.
  2. Pakaian bagi ibu hamil dan bayi, Bagi bumil pakaian yang sebaiknya dipilih pakaian yang tidak panas dan mudah digunakan untuk menyusui anak, sedangkan untuk bayi, siapkan gerito, pampers, bedong, sewek, lemek buat bayi, dan tisu kering maupun tisu basah.

Apa Saja yang Harus Dilakukan Saat Bayi Lahir?

Bersyukur kepada Allah, karena alhamdulillah sang bayi bisa lahir dengan selamat, tidak ada kekurangan apapun. Bagi sang ayah siapkan kata-kata untuk menyemangati sang istri, karena kini resmi menjadi ibu. 

Pengalaman pribadi setelah sang bayi lahir, saya disuruh ibu untuk mengambil air wudlu dan setelah itu berdiri disamping bayi tapat didepan kupung bayi, kemudian adzan dan iqomah dengan suara sedang, tidak keras tidak juga lirih.

Setelah itu, karena Ibu bayi dalam kondisi baik, saya pulang ke rumah dan mempersiapkan untuk mengurus batur bayi. Disini kita perlu mengundang orang tua (dukun) untuk membimbing dalam mengurusi batur/ ari-ari bayi.

Apa Saja Bahan Yang diperlukan Untuk Mengubur Batur?

Bahan-bahan yang disertakan dengan batur tidaklah yang amat langka, khususnya di desa. Namun alangkah lebih baiknya kita persiapkan terlebih dahulu, minimal dengan cara me-list/ mencatat apa saja yang harus di siapkan.

1. Kendi Kecil

Kendi kecil memiliki fungsi sabagai wadah batur, di pasar-pasar tradisional banyak yang menjualnya, khsusunya di penjual bunga.

2. Bunga Buat Batur

Bunga buat batur bisa beli di toko bunga nyekar, bilang saja ke si penjual untuk membeli bunga batur/ari - ari, pasti akan disiapkan macam bunga-bunganya.

3. Daun Waru

Dipekotaan daun waru mungkin langka, maka dari itu jika bapak ingin mengubur bayi menggunakan tradisi jawa, maka sejak dini cari pohon waru disekita desa atau daerah. Untuk daun waru, siapkan 2 helai.

4. Jarum (Dom don dom)

Jarum buat jahit baju robek manual, atau bahasa jawanya dom don dom. Di toko alat jahit banyak tersedia, harga kisaran 2.500 sampai 5.000

5. Sobekan kertas

Bahan ini yang paling gampang pencarian, sobekan kertas buku tulis. Kalau keluarga ada yang sekolah kita tinggal meminta saja satu lembar sobekan buku. Didalam kertas tersebut tulis basmallah (arab) lalu tulis abjad ABCD sampai Z, tulis huruf arab alif ba' ta sampai ya', dan tulis nama bayi bila sudah dinamai, Fungsi dari penulisa abjad tersebut kata orang tua supaya anak kita nanti bisa cerdas gampang mempelajari pelajaran disekolah.

6. Benang putih

Benang putih ini menjadi satu paket dengan jarum/ Dom don dom, bukan yang ukuran besar. tapi yang ukuran buat jahit, panjangnya siapkan 1 meter saja, atau beli saju satu gendel kecil.

7. Kemiri

Apabila di dapur ada kemiri alhamdulillah, tidak perlu beli ke toko. Namun bila tidak ada, lebih baik disiapkan, karena takutnya ketika tidak disiapkan saat dibutuhkan di toko habis stoknya. Untuk kemiri siapkan 2 biji.

Proses Penguburan Batur (Ari-ari)

Oke, untuk proses penguburan bayi, pertama cuci terlebih dahulu ari-ari nya, kemudian masukan kedalam kendi bersamaan dengan bahan-bahan di atas, jika sudah selesai ambil linggis dan buat lubang di samping kanan depan pintu teras (bila bayinya laki laki) atau samping kiri depan pintu teras (bila bayinya peremuan) sedalam satu siku saja.

Menurut oranng jawa terlalu dalam membuat lubang, anak kita nantinya akan sulit mendapatkan jodoh, dan terlalu pendek lubangnya juga tidak baik.

Setelah selesai membuat lubang lalu masukkan kendi yang berisi batur. dan plototin/ pendelengin kendi tersebut.  baca fatihah 3x, sholawat 3 kali, surah inna angzalna 3x. lalu kubur batur tersebut.

Proses ini sebaiknya dilakukan sang bapak tidak diwakili oleh orang lain.

Oke, inilah rangkuman artikel saya terkait Cara Mengubur Batur (Ari-ari) Bayi dan Bahan-Bahan yang menemani Batur Menurut Adat Jawa yang bersumber dari pengalaman pribadi


Baca juga :

No comments

Post a Comment

to Top